Semua cerita
Cerita penipuan

Nama perusahaannya benar. Situsnya bukan.

Menggunakan nama, logo, dan nomor izin broker yang benar-benar berizin — dengan domain dan rekening yang berbeda.

Fikri, 31BekasiKerugian Rp62 juta

Fikri melakukan pengecekan. Dia mencari nama perusahaan itu di daftar BAPPEBTI dan menemukannya. Nomor izinnya cocok. Logonya sama. Alamat kantornya benar.

Yang tidak dia periksa adalah alamat situsnya.

Modus ini meniru perusahaan yang memang berizin, lengkap dengan nomor izin aslinya, tetapi menjalankan situs dengan domain berbeda — kadang hanya beda satu huruf, kadang dengan tambahan seperti '-id' atau '-official'. Broker resmi di Indonesia sudah beberapa kali menerbitkan peringatan bahwa nama mereka dipakai pihak lain.

Karena nomor izin yang ditampilkan asli, pengecekan sepintas justru meyakinkan korban. Yang dicek adalah perusahaannya, bukan situs yang sedang dibuka.

Bedanya muncul di tempat uang diminta. Broker berizin menerima setoran ke rekening terpisah atas nama PT, bukan atas nama perorangan, dan alamat situsnya sama persis dengan yang tercantum di daftar resmi regulator.

Cara paling sederhana membalik urutannya: jangan mencari perusahaannya dari situs yang Anda buka. Buka daftar BAPPEBTI lebih dulu, temukan perusahaannya di sana, lalu klik alamat situs yang tercantum di daftar itu.

Saat sebenarnya sudah terasa

Fikri sempat menyadari alamat situsnya sedikit berbeda dari yang pernah dia lihat. Dia mengira itu situs versi Indonesia.

Intinya

Cek nomor izinnya di situs regulator, lalu masuk ke broker lewat alamat yang tercantum di sana — bukan sebaliknya.

Nama tokoh dalam cerita ini bukan nama sebenarnya. Cerita disusun dari gabungan beberapa kasus nyata dan pola yang dilaporkan kepada kami, bukan dari satu orang tertentu.

Pernah mengalami hal serupa?

Ceritakan kepada kami. Tim kami menulis ulang cerita Anda secara profesional dan menerbitkannya sebagai peringatan bagi trader lain — tanpa nama, tanpa email, tanpa data pribadi apa pun. Versi finalnya kami kirimkan kepada Anda lebih dulu.

Bagikan cerita Anda