Robotnya bekerja 24 jam. Yang bekerja sebenarnya adalah perekrutan.
Paket robot trading dengan janji imbal hasil rutin, dijual lewat komunitas dan influencer. Skala kasusnya di Indonesia mencapai triliunan rupiah.
Hendra membeli paket robot trading karena logikanya terdengar kuat: dia tidak perlu bisa trading, robotnya yang bekerja, dan sudah ada ribuan orang di dalam komunitas yang memamerkan hasil.
Yang dijual sebenarnya bukan robotnya. Yang dijual adalah skema pengelolaan dana dengan janji bagi hasil — dan itulah bagian yang melanggar aturan.
BAPPEBTI melarang robot atau perangkat lunak apa pun dijual sebagai skema titip dana atau investasi dengan janji imbal hasil. Robot boleh menjadi alat bantu bagi trader yang mengelola akunnya sendiri. Begitu ada janji hasil dan setoran dana yang dikelola pihak lain, itu bukan lagi alat bantu.
Skalanya di Indonesia bukan kasus kecil. Pada kasus Net89 yang ditangani kepolisian, jumlah member disebut sekitar 300 ribu orang dengan estimasi kerugian mencapai sekitar Rp2 triliun, dan delapan petinggi perusahaannya ditetapkan sebagai tersangka. Kasus serupa muncul dengan nama berbeda: Fahrenheit, AGT, dan lainnya.
Pola yang berulang di hampir semua kasus itu sama. Penghasilan utamanya datang dari perekrutan member baru, bukan dari hasil trading. Selama member baru terus masuk, pembayaran ke member lama terlihat lancar. Begitu perekrutan melambat, semuanya berhenti bersamaan.
Saat sebenarnya sudah terasa
Hendra sempat bertanya di grup kenapa hasilnya bisa stabil setiap bulan padahal pasar tidak pernah stabil. Yang menjawab bukan pengelolanya, tapi member lain: 'Sudah jalan dua tahun, aman kok.'
Intinya
Robot yang dijual dengan janji imbal hasil bukan alat trading — itu skema titip dana, dan itu dilarang.
Nama tokoh dalam cerita ini bukan nama sebenarnya. Cerita disusun dari gabungan beberapa kasus nyata dan pola yang dilaporkan kepada kami, bukan dari satu orang tertentu.
Pernah mengalami hal serupa?
Ceritakan kepada kami. Tim kami menulis ulang cerita Anda secara profesional dan menerbitkannya sebagai peringatan bagi trader lain — tanpa nama, tanpa email, tanpa data pribadi apa pun. Versi finalnya kami kirimkan kepada Anda lebih dulu.
Bagikan cerita Anda