Dia bukan trader. Dia dibayar dari kekalahan Anda.
Influencer yang tampak kaya karena trading. Penghasilannya sebenarnya berasal dari komisi atas kerugian pengikutnya.
Dimas mengikuti seorang influencer yang memamerkan mobil, jam tangan, dan hasil trading harian. Logikanya sederhana: kalau dia sekaya itu dari trading, berarti caranya bekerja.
Pada dua kasus yang sudah diputus pengadilan, logika itu terbalik sepenuhnya.
Indra Kenz dijatuhi hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp5 miliar terkait binary option Binomo. Doni Salmanan divonis 4 tahun, lalu diperberat menjadi 8 tahun di tingkat banding, dengan 142 korban dan kerugian lebih dari Rp24 miliar.
Dalam pemeriksaan terungkap bahwa Doni Salmanan bukan trader. Dia afiliator, dan mendapat komisi sekitar 80 persen dari setiap kekalahan yang dialami membernya.
Artinya kekayaan yang dipamerkan itu bukan bukti bahwa metodenya berhasil. Kekayaan itu adalah akumulasi kerugian pengikutnya. Semakin banyak yang kalah, semakin besar penghasilannya.
Binary option sendiri bukan perdagangan berjangka yang diatur. Tidak ada izin BAPPEBTI untuk itu, karena secara struktur ia lebih dekat ke taruhan hasil biner daripada ke perdagangan instrumen.
Saat sebenarnya sudah terasa
Dimas sempat menyadari bahwa dia tidak pernah sekali pun melihat rekening koran atau bukti penarikan — hanya layar aplikasi dan gaya hidup. Tapi semua orang di kolom komentar juga percaya.
Intinya
Kekayaan yang dipamerkan bukan bukti metode berhasil — pada kasus yang terbukti di pengadilan, itu justru bukti orang lain yang kalah.
Nama tokoh dalam cerita ini bukan nama sebenarnya. Cerita disusun dari gabungan beberapa kasus nyata dan pola yang dilaporkan kepada kami, bukan dari satu orang tertentu.
Pernah mengalami hal serupa?
Ceritakan kepada kami. Tim kami menulis ulang cerita Anda secara profesional dan menerbitkannya sebagai peringatan bagi trader lain — tanpa nama, tanpa email, tanpa data pribadi apa pun. Versi finalnya kami kirimkan kepada Anda lebih dulu.
Bagikan cerita Anda