Setelah kehilangan uang, ada yang menelepon menawarkan mengembalikannya.
Korban penipuan diburu untuk kedua kalinya oleh pihak yang mengaku bisa mengembalikan dananya.
Beberapa minggu setelah Ratna kehilangan uangnya, seseorang menghubunginya. Dia mengaku dari lembaga yang membantu korban penipuan, menyebut nama resmi, dan tahu detail kasus Ratna — jumlahnya, nama platformnya, kapan kejadiannya.
Detail itulah yang membuatnya percaya. Padahal data korban penipuan beredar di antara pelaku, dan justru kelompok pertama yang paling tahu isinya.
Dia diminta membayar biaya administrasi supaya proses pengembalian bisa dimulai. Ratna kehilangan uang untuk kedua kalinya.
Satgas PASTI telah mengeluarkan peringatan mengenai situs dan pihak yang mengatasnamakan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC). Lembaganya nyata; yang menghubungi korban dan meminta biaya tidak.
IASC sendiri bekerja dengan cara membekukan rekening penampung melalui bank, dan sejak beroperasi pada 22 November 2024 tercatat mengembalikan sekitar Rp161 miliar kepada 1.070 korban. Layanannya tidak memungut biaya kepada korban.
Karena mekanismenya adalah pembekuan rekening, kecepatan menentukan segalanya. Melapor dalam hitungan jam jauh berbeda hasilnya dibanding melapor setelah berminggu-minggu.
Saat sebenarnya sudah terasa
Ratna sempat bertanya kenapa lembaga resmi meminta pembayaran. Penelepon itu menjelaskan bahwa itu 'biaya administrasi pihak ketiga', dan Ratna sedang sangat ingin uangnya kembali.
Intinya
Tidak ada lembaga resmi yang meminta bayaran untuk mengembalikan uang Anda — laporkan langsung ke bank Anda dan ke IASC, secepat mungkin.
Nama tokoh dalam cerita ini bukan nama sebenarnya. Cerita disusun dari gabungan beberapa kasus nyata dan pola yang dilaporkan kepada kami, bukan dari satu orang tertentu.
Pernah mengalami hal serupa?
Ceritakan kepada kami. Tim kami menulis ulang cerita Anda secara profesional dan menerbitkannya sebagai peringatan bagi trader lain — tanpa nama, tanpa email, tanpa data pribadi apa pun. Versi finalnya kami kirimkan kepada Anda lebih dulu.
Bagikan cerita Anda